
PIDIE JAYA - Sekitar 250 anak korban banjir bandang dan longsor di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen dan dua camp pengusian di Pidie Jaya, menjalani pemulihan trauma (trauma healing), pada 5 hingga 6 Desember 2025.
Trauma healing dilakukan oleh Forum Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Aceh di beberapa titik lokasi pengusian dan Balai KB. Dari rincian yang diterima 150 anak di Kabupaten Pidie Jaya dan 100 anak di Kabupaten Bireuen yang dilakukan pemulihan trauma akibat bencana banjir bandang dan longsor.
Dari keterangan mantan Duta GenRe Putra Indonesia 2024 asal Aceh, Muhammad Dzaky Raihan, yang melakukan trauma healing di pos pengusian BPBD Pijay yang berlokasi di halaman Kantor Bupati dan Meunasa Balek, mengatakan, anak-anak berusia 5 hingga 17 tahun terlihat sangat ceria dengan kehadiran mereka, apalagi disuguhkan dengan berbagai permainan dan hadiah menarik.
"Kami melakukan trauma healing di lakukan di dua lokasi camp pengungsian di kabupaten Pidie Jaya. Sekita kurang lebih 150 anak dengan kisaran usia 5-17 tahun, selain kami turut juga psikolog yang mendampingi," papar Dzaky, Senin (8/12/2025) di Banda Aceh.

Selanjutnya Duta GenRe Aceh 2023 ini mengatakan, Psikolog melakukan pendampingan psikososial seperti self-therapy, melakukan afirmasi dan bermain bersama adik-adik. "Hal yang sama dilakukan kawan-kawan lainnya di Bireuen," kata Dzaky.
Di Pidie Jaya Forum Genre Aceh diwakilkan oleh Muhammad Dzaky Raihan dan Indri Aprilia, juga didampingi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, berserta tim dan TP PKK Aceh yang juga turut hadir Ibu Wakil Gubernur Aceh, Ny. Mukarramah. Dan kegiatan trauma healing dilakukan pada 5 Desember 2025.
Ternyata banyak dari anak-anak yang kehilangan tidak hanya rumah dan harta benda, tapi juga sarana pendidikan baik formal maupun non formal. Walaupun sedang ditempah musibah, beberapa anak masih terlihat sabar dan tabah, tercermin dari senyum dan tawa mereka yang hangat," cerita Dzaky.
Dzaky juga mengatakan, dalam situasi di pengungsian, sulit bagi mereka untuk menjaga aurat terutama bagi remaja putri, untuk itu Psikolog juga memberikan tips agar bisa saling menjaga dan menguatkan antara sesama remaja putri.

Hal senada juga disampaikan Duta GenRe Putra Indonesia 2025, Fikrul Azka. Banyak dari anak-anak korban bencana banjir bandang dan longsor Aceh, yang kehilangan rumah, masih belum sadar sepenuhnya akan apa yang sedang terjadi, pakaian yang mereka gunakan juga masih sangat terbatas.
"Tapi disesi bercerita dan meluapkan emosi, tak sedikit adek-adek kami ini menangis dan lirihnya mereka sedih karena rumah tempat tinggal dan sekolah mereka tidak ada lagi karena disapu banjir bandang," cerita Fikrul lirih.
Sekitar 100 anak yang berkumpul di Balai Matang Peusangan selesai menjalani trauma healing terlihat mulai ceria dan mengharap anak-anak GenRe dapat kembali lagi bermain bersama mereka. "Waktu kami akan pulang, adek-adek kami dari salah satu desa yang hilang di Kabupaten Bireuen menanyakan kapan kami kembali lagi," ucap Fikrul.
Fikrul mengatakan, bahwa anak-anak korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh sangat butuh pemulihan trauma, Trauma tersebut menurutnya perlu segera dipulihkan dengan cepat. Fikrul mengajak semua komunitas remaja bisa bergandengan tangan membantu pemulihan trauma anak korban bencana alam Aceh. "Yuk kita peduli'" ajak Fikrul. (RILIS/Saniah)